Kontraktor vs permanen??

Gara gara perbincangan di sebuah forum skype, jadi tertarik untuk membahas topik ini, topik ini sudah menjadi wacana di semua pegawai telekomunikasi.

Banyak dari teman-teman saya yang memilih jadi kontraktor dibandingkan jadi permanent, menurut mereka kontraktor itu lebih bebas dan pastinya “lebih banyak uangnya” Saya tidak bisa berbicara banyak tentang kontraktor karena saya tidak pernah jadi kontraktor, namun saya sudah berbincang-bincang dengan teman-teman yang memilih posisi kontraktor jadi mudah mudahan bisa memberikan gambaran yang adil..

Ada beberapa aspek yang akan saya bahas disini sebagai perbandingan antara kontraktor dan permanent, diantaranya adalah

-          Gaji/salary/pendapatan

-          Cuti/liburan

-          Family concern

-          Job security

-          Pendidikan anak

 

Salary/Gaji

Sebenarnya alasan saya tetap berada di posisi permanent adalah karena awalnya saya berkarir dari posisi permanent sehingga secara “terpaksa” harus memilih jalur ini :D

Jikalau membandingkan antara gaji para kontraktor dengan posisi permanent, saya hanya bisa mengelus dada sambil bersyukur masih punya pekerjaan hehe Yups karena salary para kontraktor bisa dibilang jauh lebih besar dari permanent, sehingga menurut saya posisnya adalah 1-0 untuk kontraktor

 

Cuti/Liburan

Klo ini sebenarnya debatable banget lah, karena beberapa teman kontraktor bisa bilang bahwa mereka bisa liburan minimal 2-3 bulan setaun, tapi ingat ini mereka itu no-paid, artinya selama liburan itu mereka tidak dibayar. Klo dari sisi permanent sendiri, saya mendapat cuti 5 minggu hari kerja sehingga total saya bisa liburan 1.5 bulan dan saya dibayar selama cuti tersebut..

Jadi posisinya adalah para kontraktor mereka bisa mengatur waktu liburan mereka semaunya mereka, namun klo permanen kita hanya bisa liburan selama max 1.5 bulan

 

Family concern

Inilah alasan terbesar saya mengapa memilih pekerjaan permanent, yups family concern. Oke kita berbicara dahulu tentang para kontraktor…. Secara umum, rekan-rekan yang berkontraktor di luar negeri itu meninggalkan keluarganya di Indonesia (well ada juga she yang bawa keluarganya, namun disini saya berbicara kondisi mayoritas), menurut saya inilah kondisi terberat bagi saya, karena meninggalkan si kecil naumira dan sang bunda tercinta dalam jangka watu 3-6 bulan menurut saya sangat berat. Namun para kontraktor harus siap dengan kondisi ini, karena proses visa yang cukup rumit jika membawa keluarga, biaya pesawat yang harus di tanggung sendiri, kemudian ketika kontrak tidak diperpanjang artinay keluarga juga harus ikut traveling lagi yang mungkin akan membuat capai. Sehingga kebanyak kontraktor memilih untuk berangkat sendiri ke luar negeri. Jadi menurut saya di sini posisi permanent 1 – kontraktor 0

 

Job security

Sekarang ini sebenarnya tidak ada jabatan/posisi yang benar-benar aman, karena posisi permanent pun sekarang rawan dari pemecatan, namun saya berbicara tentang kondisi mayoritas

Kontraktor secara umum mendapatkan kontrak 3-6 bulan dan tidak ada jaminan bahwa mereka akan di perpanjang.. Sedangkan untuk posisi permanen saya mengambil asumsi bahwa kita akan aman untuk 2 taun pertama, lebih dari itu ada kemungkinan juga di pecat, namun 3-6 dibanding dengan 2 taun?? Saya memilih yang 2 taun :D

 

Pendidikan anak

Ini juga debatable banget lah hehe, semuanya kembali ke orangnya masing-masing, karena klo saya punya cita-cita agar anak saya bisa mengenyam pendidikan di luar negeri dari mulai kecil. Posisi permanen di beberapa negara (middle east), perusahaannya bahkan menanggung biaya sekolah anak dari mulai usia 4-19 tahun, sehingga kita tidak usah pusing memikirkan biaya sekolah anak. Para kontraktor juga bisa menyekolahkan anaknya di luar negeri, namun mereka harus membayar dari kocek mereka sendiri(well mereka punya very huge salary, so it should not be a problem for them). Jadiii anda pilih yang mana??

 

Dari faktor2 diatas, karena saya lebih family oriented maka saya lebih memilih posisi permanen dibandingkan posisi kontraktor..

Tapi berikut cuplikan pendapat dari temen2 kontraktor (karena keterbatasan huruf jadi hanya saya cantumin 2 saja hehehe

 

[11:39:39 AM] An**ika ****uman:bener2 money oriented, gak semuanya berpikir untuk hidup mulia, tanpa melihat uang jadi komoditi utama hidup.

[11:39:39 AM] An**ika ****uman: intinya dong, pilih  mana konsultan atau permanent.

[11:39:41 AM] An**ika ****uman: gw konsultan (blush)

 

Klo yang ini vulgar banget

[11:39:39 AM] H***y kalo gue sih kontraktor… kerja sebulan sama dengan lima bulan permanen… jadi kalo setahun kerja sama dengan 5 tahun kerja permanen… 5 tahun kerja kontrak = 25 tahun kerja permanen = pensiun

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s