UN?? dan Sistem Pendidikan Terbaik

Disclaimer : Tulisan ini hanya opini pribadi, dan tidak menyangkut institusi atau lembaga apapun.
Kesalahan data atau informasi dalam tulisan ini kemungkinan disebabkan kesalahan interpretasi penulis sendiri.

Sekarang mau coba nulis yang serius dikit ah hehehe
Gara-gara minggu ini banyak membaca tulisan tentang UN/UAN/Ujian Akhir yang menurutnya kacau balau dan tidak ada benefit dari pelaksaan UN ini.
beberapa bahkan kemudian membandingnya dengan Finland yang menurut UNICEF memang menempati urutan pertama dalam sistem pendidikannya.

Sebelum kita coba membandingkan antara Finland dan Indonesia, mungkin ada baiknya saya share perbandingan Finland dan Swedia dulu deh.
Ketika Finland menempati urutan kesatu di dunia, dimanakah posisi swedia dalam system pendidika menurut unicef??
jawabannya adalah 18, jauh sekali bukan???
Padahal secara kultur metode pendidikan yang di terapkan di finlandia dan swedia itu sama persis, 
sistemnya yang menjunjung tinggi lowest level authority, more sustain pace instead of accelleration pace, agile ways, self control semuanya adalah sama, namun mengapa sangat berbeda dalam hal rangking dalam sistem pendidikannya??

walaupun orang swedia yang saya ajak berdiskusi tidak peduli dengan perangkingan ini, namun saya menangkap beberapa argument dari rekan sweda saya ini dan 
mengapa mereka tidak concern mengenai perangkingan ini, dan hampir 90% orang swedia setuju jika perbandingannya adalah competence orang “swedia asli” dan competence orang “finlandia asli” makanya hasilnya adalah equal.

Yups, ada beberapa faktor yang menyebabkan swedia agak tertinggal dari finlandia dalam system unicef,sebenarnya saya tahu alasannya, 
namun saya memilih tidak menjabarkan disini karena takut termasuk kategori rasis dan lagian saya mau tulis tentang indonesia kok bukan swedia hehehe

Sekarang balik lagi ke topik utamanya, bisakan indonesia mengimplementasikan sistem pendidikan di finlandia dan mendapatkan hasilnya sebagus finlandia??
menurut saya pribadi…..
Jawabannya adalah MUNGKIN BELUM BISA…..

Sebelum saya menjabarkan kenapanya, saya ingin memberikan pertanyaan
- Seberapa dari anda yang membiarkan anak-anak anda membantu mencuci piring selepas makan malam??
- Seberaa dari anda yang membiarkan anak-anak anda membereskan kamar tidur mereka dan mainan mereka??
- Seberapa dari anda yang membiarkan anak-anak anda membantu anda memotong rumput halaman rumah??

Kunci dari system pendidikan di finlandia dan swedia adalah lowest level autourithy…..
Anak-anak disini(note:anak orang swedia asli), sedari kecil diberikan tanggung jawab dan kebebasan atas semua tindakannya 
Semua tindakan anak-anak diatas adalah untuk membentuk kepribadian anak-anak bahwa mereka punya tanggung jawab.
Namun jika anak-anaknya lupa, atau tidak mengerjakan apakah orang tuanya marah??
TIDAK, BIG BIG NO….
Self Control adalah kuncinya, mereka selalu mengajarkan bahwa semua tindakan kita, yang mendriven adalah kita sendiri, there is no such ground rules.. but self control is the key on this system…

Saya kebetulan banyak bekerja dengan swedish dan finish, dan hal yang identik dari mereka adalah itu
- Self Control
- Honest
- Humble

Dan ketika saya berbincang dengan mereka dalam makan siang, saya paham bahwa tiga kunci itu diterapkan kepada anak-anaknya di rumah.
Mereka tidak memaksa anak-anak itu untuk menjadi pandai biar jadi rangking 1, ikut olimpiade fisika, olimpiade matematika etc karena mereka tidak ingin memberi tekanan kepada anak-anaknya, namun membiarkan anak-anak untuk mengambil tanggung jawabnya sendiri.

Masalahnya dengan negara kita tercinta adalah,
“apakah kita mempunyai 3 key factor itu”

- Selfcontrol, saya melihatnya kita jika diberi kebebasan dan tidak ada sistem kontrol, masyarakat kita cenderung untuk “memanfaatkan” kebebasan ini.
- Honest, Seberapa banyak dari orang kita mau mengambil tanggung jawab secara langsung ketika berbuat kesalahan?? Umumnya adalah kita mencoba “ngeles” dulu deh klo bisa.
- Humble, hmm ini menurut saya sudah lumayan banyak, orang-orang jago di indonesia “beberapa” masih rendah hati sampai sekarang.

Jadi gimana dunk system pendidikan terbaik buat kita??

Menurut saya, daripada repot2 meniru swedia atau finlandia, mengapa tidak berkaca ke korea??
Korea menempati urutan kedua setelah finlandia dalam sistem pendidikannya, dan metodanya berbeda 180 derajat dengan finlandia.
di korea, Disiplin dan kerja keras adalah kunci dari pendidikan mereka??
DISIPLIN???
KERJA KERAS??
Itu mah orang indonesia banget kali heheheh

mengapa saya berpikir seperti itu adalah karena saya merasa orang kita jika diberi kebebasan seperti sekarang ini, yang ada adalah menjadi kebebasan yang kebablasan, ngaco deh pokoknya

Mungkin nanti bisa dijadikan masukan kepada pemerintah mengenai aspirasi ini, dan jika inigin berdiskusi lebih lanjut, saya dengan senang untuk melakukannya

salam hangat dari stockholm,

indra

Beberapa komentar terbaik di pesbuk..

Hilda Lussiana Wahyudi Iyaaa. Ngefans bgt deh Ndra buat sistem pendidikan Finland. Mereka juga ga menilai keberhasilan anak didiknya dr segi akademis ya. Lbh ke karakter anak yg berhasil terbentuk. 
Buat ketiga pertanyaan ttg anak, I do Ndra. Walaupun msh 2thn, yg kira2 udah bisa dia kerjakan. I let her to help me on every household job I did. Nyapu, nyuci baju, buang sampah, berkebun. Yah..walaupun malah makin lama kerjaannya. Hahah. 
Btw, knp sih anak2 jaman skr lebaaaay menghadapi tes. Kalo takut gagal, ya belajar. Kalo udah belajar tetap gagal, ya ulang lagi aja. *jadi pnjg commentnya gara2 UN lebay

 

Dimas O Dimas Kalo saya tetep berpikir bahwa sistem Indonesia sedikit banyak harus mengarah ke Finlandia dan Swedia, karena itu yang lebiih sustain daripada sistem Korea…Saya sering ketemu dengan mahasiswa dari Asia TImur dan karakternya sama menganggap equation adalah Dewa dan tidak memahami filosofi from the most simple thing. Why again? Because they are pushed to understand something not from the most simple thing. Yes, they are smart, yes they are growing more but some of them is getting stressful because of their own economic and education systems. Being shaped your personality unnaturally is starting “unhappy” situation…In the last research being happy is everything, of course being happy with good direction. It is interesting if sometimes, researchers would be able to quantify how happy you are with your country economic development…For this, we should look Scandinavian countries, of course with their own weakness, but it is going to right direction

 

Syofian Kurniawan Siip dra, kalau saya setuju yg model Finland, tanpa ada keterpaksaan jadi lebih enak menjalankannya dan masuk ke karakter seseorang. kalau dipaksakan jadi harus ada polisi terus…. pakai helm karena ada polisi bukan karena ingin merasa aman…

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s