Kehidupan di Luar Negeri

Bulan April ini tepat 1 tahun saya akan merasakan kehidupan di luar negeri, yups umur yang bisa kita bilang masih bayi dan masih banyak belajar untuk hidup, namun tidak ada salahnya toh untuk berbagi, terutama buat temen2 yang yang berencana tinggal di luar negeri namun masih bimbang, berikut pengalaman saya selama saya di kuwait

Awal tahun 2010 saya mendapat kesempatan untuk kerja di luar negeri. Pada saat itu, kebimbangan-kebimbangan yang saya rasakan seperti merasa bimbang apakah saya sanggup bekerja di luar negeri, apakah keluarga saya akan betah di luar negeri, apakah kami tidak akan merasa homesick.

Yups itulah perasaan-perasaan yang bekecambuk dalam pikiran saya, namun setelah saya berdiskusi dengan istri tercinta akhirnya saya memberanikan diri untuk mengambil kesempatan itu.

31 Maret 2010 saya berangkat dari Indonesia menuju Kuwait, perasaan saya berkecambuk saat itu antara takut dan sedih meninggalkan keluarga Namun bismillah……Saya berangkat.

1 April 2010 saya sampai di Kuwait International Airport dan beristirahat sebentar di apartment untuk kemudian berangkat ke kantor. Perasaan saya masih takut-takut pada saat itu namun saya sudah bertekad bahwa saya harus bisa menghadapi tantangan ini.

Awal-awal kehidupan di kuwait, mungkin agak cukup berat namun itulah hidup, kita tidak bisa menghindar dari yang namanya masalah, berbagai masalah seperti masalah administrasi dan pekerjaan cukup membuat saya merasa tertekan saat itu, hanya seiring berjalannya waktu saya bisa menghadapi masalah itu.

Untuk kehidupan sosialnya sendiri, dikuwait itu (mungkin diseluruh negara di dunia) para perantau dari indonesia akan memiliki rasa kekeluargaan yang cukup besar mungkin karena sama-sama jauh dari keluarga sehingga temanlah satu-satunya keluarga di sini.

Di kantor saya sendiri,hanya saya yang berasal dari indonesia, namun untungnya saya ada teman2 dari NSN yang sama-sama bergerak di bidang telekomunikasi. Ada juga rekan-rekan dari wataniya, Viva, BNI, dan bapak/ibu KBRI yang selalu siap untuk membantu kita, sehingga menurut saya masalah sosial bukan suatu issue yang besar.

Kurang lebih 3 bulan saya sendirian di kuwait namun setelah itu saya ditemani keluarga tercinta,dan saya merasa lebih menikmati kehidupan di luar negeri ini.

Perbedaan terbesar hidup di Indonesia dan Luar Negeri adalah kemandirian(ini menurut saya pribadi), karena kita harus berusaha untuk menyelesaikan semua urusan kita, semua masalah kita tanpa bantuan orang lain. Namun itulah seninya hidup diluar negeri, untuk saya sendiri saya sangat menikmati kemandirian ini, dan itu merupakan proses pendewasaan diri.

Hmmm berhubung sekarang udah jam 10 pm di kuwait, kehidupan di kantor dan suasana kuwait akan disambung di laman ke 2 deh, mudah2an besok ada waktu untuk melanjutkan tulisan ini

>> Ditulis dimalam kemerdekaan kuwait yang ke 50….

 

 

 

 

 

2 thoughts on “Kehidupan di Luar Negeri

  1. Pingback: Nasib sebagai Engineer | Indra Gunawan's Weblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s