Financial Security

Hmm agak tertarik juga untuk menulis tentang hal ini setelah berbincang dengan seorang kawan yang memiliki karir yang sangat cemerlang, namun juga memiliki kehidupan family yang sangat baik sehingga menurut saya kawan ini cukup dapat dijadikan reference untuk kehidupan karir dan keluarga.

Awalnya kami berbicara banyak hal, dan kami akhirnya sampai pada topik yang menurut saya sangat menarik. Percakapan dimulai :

[Anonymous] dah baca ttg artiket target financial? Bagian target finacial, sekolah anak dikemudian hari plus biaya hidup disaat kita pensiun
[You]target gw ga muluk2 seh, jadi klo ampe seperti yang di artikel gogulf itu,mungkin gw harus dixxx for another 5 years
[Anonymous]Hehehhee, ente mungkin bisa bilang gitu tp ternyata case terbrurk pun ketika ente balik ke Indo, ente bakalan kaget ketika pendidikan anak ente sangat mahal compare sama yg ente keluarin dan bayangin
CAse2x di diskusi mereka itu casenya membumi kok :-):-)

—cut — karena perbincangannya terlalu personal hehehe

[You] emang itu udah gw rencanain dari awal gw pindah ke sini, jadi gw jujur pengen banget anak gw mendapat pendidikan yang better dari bapaknya ini
[Anonymous] Gwe cuma comment on target finacial,Ternyata gwe jg baru melek mata setelah baca beberapa artikel
[You]jadi klo rencana gw seh gini mas,klo gw sanggup dan bisa,gw pengen anak gw sekalian sekolah di luar negeri sekalian,cuma ya itu dia seh klo gwnya sanggup
[Anonymous] Sip, good target
[You] kemudian yang jadi concern gw emang masalah pensiun seh,ketika gw udah ga productive lagi,gw masih bingung seh

–cut again —

[Anonymous] too early buat berpikir dimana kita spend waktu pensiun kita cuma persiapkan aja di keduanya
[You] hahahaha amin,minta doanya aja mas,rumah bintaro aja masih hutang :D:D
[Anonymous] hehehhee, salah satu taget finacial adalah terbebas dari utang hehehehehe
[You] hahaha iya neh,gw belum mencapai target itu
[Anonymous] Abis itu punya dana liquid minimal 6 bulan dari gaji kita sekarang
Apalagi kalo dah punya anak :-):-)

Half Finished for chatting..

Waduh jadi ketauan dunk masih punya utang cuma ga apa deh untuk sharing aja.

Point dari percakapan itu adalah apakah kita sudah mempersiapkan segalanya???pendidikan anak,masa pensiun atau dana darurat??

Setiap orang mungkin bisa mempunyai cara dan target yang berbeda-beda, bahkan cara saya dan cara kawan saya ini pun berbeda, mengutip perkataan kawan saya lagi

Anonymous said : “By the way, yg penting itu hidup punya visi

Tidak ada yg paling benar ato paling salah, semuanya pilihan yg penting punya visa punya arah dan target. That the most important “
Untuk hal ini saya sangat setuju, hidup didunia ini terlalu simple jika kita hanya punya 2 nilai 1 dan 0, benar dan salah, oleh karena itu adanya fuzzy logic, karena hidup ini tidak ada yang terlalu benar namun paling tidak kita selalu berusaha dalam jalur yang mengarah ke tujuan.
Sedikit berbagi mengenai roadmap saya untuk financial security ini atau bahkan bisa kita bilang target hidup saya, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan, karena ini lebih merupakan target pribadi dan setiap orang bisa mempunyai target yang berbeda-beda
Fase 0 : Life starting at 25
Saya mengkategorikan ini sebagai fase persiapan, saya memulai semua target saya di usia ini, saya memberanikan menikah pun pada usia ini.
Pada fase ini saya mulai merancang target dan roadmap mencapai target ini, untuk pekerjaan saya membuat target bahwa dalam rentang waktu 5-7 tahun saya bisa bergabung dengan product unit ericsson sedangkan untuk keluarga saya hanya berharap saya bisa menjalankan sisa waktu hidup ini dengan istri dan anak-anak tercinta saya, dan mereka saya harap bisa mendapatkan pendidikan yang jauh lebih baik dari bapaknya. Target saya adalah mereka bisa bersekolah di luar negeri
Fase 1 : Fase Perjuangan
Asumsi dalam roadmap saya, 27-29 tahun adalah tahun dimana saya akan banyak berjuang, fully struggling. Di periode ini saya tidak terlalu banyak mengharap yang muluk-muluk. Bulan kemarin bahkan saya sudah berusaha untuk mengambil keputusan yang cukup berani. Saya meninggalkan zona nyaman saya di pekerjaan dan financial. Yups, keputusan itu harus saya ambil karena saya berpikir saya harus meninggalkan zona nyaman ini demi mencapai target saya. Mudah-mudahan keputusan yang saya ambil ini bisa membantu saya untuk mencapai target financial
ataupun target family
Fase 2 : Fase Transisi
Umur 30-33 tahun adalah taun dimana saya seharusnya mulai menuai hasil dari perjuangan saya ini, namun ini masih dalam taraf transisi, sehingga saya benar benar harus menjaga agar tidak keluar jalur karena di sini akan sangat sulit jika saya ingin berbalik arah. Konsistensi sangat diperlukan di fase ini.
Fase 3 : Comfort Zone
Harapan saya di usia ini adalah saya bisa menjadi “seseorang” di product unit ericsson ataupun jika tidak menjadi seseorang paling tidak sudah on the track dengan menjadi seseorang di PDU, sedangkan dari sisi family saya berharap anak anak sudah mulaiuntuk belajar di negara yang memiliki kualitas pendidikan yang bagus.
Sekarang ini saya masih berada di fase 1, saya sendiri tidak tahu apakah saya akan berhasil melalui semua fase ini dengan smooth atau tidak, atau bahkan saya sudah gagal di akhir fase 1 ini. Hanya waktu yang bisa menjawabnya
Sekali lagi, disini tidak ada benar atau salah, atau sudah terlambat atau terlalu cepat untuk memulainya, karena hanya kita sendiri yang tau kapan waktu yang tepat untuk memulai hal ini,bahkan rekan saya pun berkata seperti ini :

“Anonymous : Huahahahahaha….. gwe ngetawain diri gwe yg ternyata sudah tua Tapi serasa belon punya apa2x :-p”
Saya hanya tersenyum ketika kawan saya bilang seperti itu, padahal saya sendiri menganggap kawan saya ini sudah hampir mencapai fase 3 yang saya idam-idamkan, namun rekan saya ini masih humble dengan menganggap dirinya belum apa-apa. Keep it humble mas…
> Ditulis dikamar naumira sambil nemenin naumira liat spongebob dan bundanya melihat youtube😀
:-p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s