Kehidupan Luar Negeri Part 3

Kehidupan sosial sudah, proses adaptasi sudah, sekarang saya akan bercerita tentang pekerjaan di kuwait. Kuwait seperti negara negara di timur tengah lainnya, para pekerja expatnya lebih banyak daripada pegawai lokalnya. Hal ini mungkin lebih disebabkan penduduk lokalnya sudah memiliki banyak uang sehingga mereka tidak antusias lagi untuk bekerja. Dalam bulan ini saja tiap penduduk kuwait mendapat 1000 Kwd (1 Kwd=31500 IDR) jadi bisa dibayangkan berapa uang yang mereka terima jika dalam 1 keluarga itu terdiri dari 5 orang, hmm sekitar 160 jutaan, bukan uang yang sedikit bukan??

Perbedaan terbesar antara bekerja di indonesia dan di kuwait lebih kepada budaya kerja, karena dari segi pekerjaan itu sendiri sebenarnya tidak terlalu jauh dibanding pekerjaan saya di indonesia. Budaya kerja yang saya maksud disini adalah di kuwait saya harus berinteraksi dari berbagai pegawai dari seluruh dunia, di kantor saya saja hanya saya yang berasal dari indonesia(awal september 2010 akhirnya saya mendapatkan rekan dari indonesia jadi sekarang orang indonesia ada 2), dan customer saya tidak ada satupun orang indonesia, Kebanyakan dari mereka adalah warga negara india dan pakistan. Butuh waktu dan trik tersendiri untuk menghadapi mereka, baik itu dilingkungan kantor ataupun berinteraksi dengan customer, awalnya susah itu pasti, namun seiiring berjalannya waktu keadaan lebih bisa di kendalikan.

Hal mendasar lainnya adalah di Kuwait, jangan percaya 100% atau bisa kita bilang jangan terlalu percaya kepada rekan kerja atau customer, karena berbeda dengan diindonesia di kuwait ini mungkin dinegara-negara lainnya juga(saya tidak tahu seh hanya mengasumsikan saja😀 ) para pekerja expat akan berusaha untuk menyelamatkan diri mereka sendiri ketika ada masalah, ini sebetulnya wajar karena sifat dasar manusia adalah bertahan ketika menghadapi ancaman dan jikalau perlu akan menyerang balik. Olehkarena itu untuk menghindari hal-hal seperti ini, mungkin sebaiknya kita menjaga diri dan bersikap profesional dalam menghadapi rekan kerja atau customer. Karena pada dasarnya mereka semua baik, namun ketika ada masalah kita harus waspada.

selain dari itu, semuanya kurang lebih sama dengan kondisi kerja di indonesia yaitu kerja tengah malam, kerja di kejar-kejar deadline, dipressure atasan dan customer (yups inilah pekerjaan saya, namun saya selalu senang dengan kondisi ini, mungkin karena ini sudah memasuki tahun kelima saya bekerja di ericsson jadi saya sudah sangat terbiasa dengan hal ini).

Selain itu juga mungkin yang selalu jadi patokan orang-orang adalah bekerja diluar negeri adalah karena uangnya, secara jujur harus saya akui bahwa saya mendapat penghasilan yang lebih besar dari di indonesia, namun saya tidak pernah menganggap bahwa uang adalah segala, uang memang penting untuk kita, namun saya merasa bahwa berapapun uang yang kita punyai kita akan selalu merasa kurang (pengalaman pribadi nih hehehe) sehingga saya selalu berpegangan dalam diri saya, untuk selalu mensyukuri nikmat yang di dapat dari Allah SWT, karena dengan begitu saya merasa tenang dan selalu merasa cukup(sebenernya seh pengen gajinya sebulan 150 juta hahahahaha).

Bagian berikutnya akan bercerita tentang pengeluaran sehari-hari dikuwait dan perbandingan harganya dengan jakarta

>> Pagi hari sambil nemenin naumi makan pagi dan bundanya menonton youtube

One thought on “Kehidupan Luar Negeri Part 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s