Info : New Life in Sweden

Sudah lama tidak menulis di blog ini, dan nampaknya saya harus mulai membiasakan menulis lagi nih.
Secara singkat, tahun ini tepat 2 tahun saya berada di Swedia, tepat 7 tahun mendedikasikan diri di Ericsson,tepat 5 tahun usia perkawinan kami, tepat 4 tahun dari kelahiran anak pertama dan 1 tahun dari kelahiran anak kedua.
Sepertinya itu saja, atau tunggu dulu…
Tahun ini pula saya genap berusia 30 tahun dalam beberapa bulan kedepan, tidak terasa usia semakin tua…

Ok, apa yang berubah yah dalam 2 tahun terakhir ini sejak tulisan terakhir di blog ini di publish??
Sepertinya harus saya deskripsikan dalam beberapa hal
– Kehidupan Keluarga
– Lingkungan Kerja
– Adaptasi dengan Negara Swedia

Kehidupan keluarga,
Yang terpenting adalah kelahiran anak kedua kami, nama lengkapnya Niklass Fadhil Gunawan.
terkadang di panggil “Niklass”, “ikhlas”, “onol-onol”(hanya Bunda yg mengerti artinya :D) serta “bonol-bonol” ???
Melahirkan di negara orang, jauh dari saudara merupakan tantangan sendiri, cuma akhirnya kita bisa juga melaluinya,
dan saya mesti belajar yang “TIDAK PERNAH” saya lakukan di IndonesiašŸ˜€ (begitu malasnya saya di Indonesia yah hehehe) seperti memandikan bayi, mengganti popok/pampers, menyusui anak(pastinya menggunakan botol dunk, masa iya dia “nenen” ke diriku), mencuci baju dll.
Setrika baju Niklass belum pernah seh, dan memberi makan juga hanya sekali dua kali, dikarenakan si onol ga mau diem klo lagi makanšŸ˜€
Kayaknya saya akan menulis lagi mengenai tingkah polah si onol dalam subject lain biar postingan ini jangan terlalu panjang.

Lingkungan Kerja,
Disini saya bekerja dengan orang-orang “far beyond my reach” atau kata superlative dalam bahasa indonesianya adalah engineer level dewa.
Memang tidak semua sih, klo saya mesti merangking diri saya, mungkin saya di kelas middle to up level deh (hahaha narcis banget ga seh gw).
Yang utama dalam lingkungan kerja di swedia adalah
– “Family comes first”
– “Always worked in team”
– “Be Agile in any case”
Terpaksa saya tulis dalam bahasa inggris karena saya tidak tau arti Agile dalam bahasa indonesia jadi ya sekalian saja saya tulis seperti diatas.
Kelebihan lagi adalah orang-orang disini, yang sudah level dewanya mau berbagi dan tidak pernah memandang rendah engineer-engineer kroco. Salut buat hal ini.
Dan ini membuktikan postingan saya sebelumnya bahwa alasan saya bekerja di luar negeri adalah untuk hal-hal seperti ini. Belajar hal baru dalam hal technical skill ataupun softskill atau apapun.
Well, disini(Swedia:red) lebih ke technical skill seh, cuma dinegara sebelumnya(kuwait:red), saya benar-benar belajar mengenai softskill.
Alesannya tidak bisa saya jabarkan disini karena takut termasuk ke kategori “rasis”

Adaptasi dengan Negara Swedia,
Semakin betah….
Ya cuma itu jawabannya. Diluar berbagai macam kekurangannya, cuma saya merasa kelebihannya lebih ok menurut saya.
Sekarang-sekarang ini, saya mencoba untuk mengikuti gaya hidup orang swedia dengan melakukan lari pagi sebelum masuk kantor, mengurangi makan nasi(max 1 kali sehari) dan saya pikir boleh juga neh diteruskan.
Be Healthty…

Ugghh, sepertinya sudah banyak saya menulis, lebih baik di stop sekarang daripada terlalu panjang

Salam,
Indra

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s