Negeri Impian….Bagian Kedelapan

Disclaimer : Kesamaan atau kemiripan nama dalam cerita merupakan imajinasi penulis, tidak ada unsur kesengajaan atau “teasing” jika ada yang mempunyai nama yang sama

Hari demi hari terlalui, Indra tidak sempat memikirkan misinya selama di Majapahit.

Hal ini dikarenakan kesibukannya dalam pekerjaan yang membuatnya harus memprioritaskan terlebih dahulu.
Perbincangan di Jumat siang, setelah solat jumat bersama Askar membangkitkan kembali rencana indra ini
Askar : “Pak Indra, weekend ini mau kemana pak???”
Indra : “Belum ada neh, saya tadinya sih pengen cari tau sejarah Majapahit, saya cukup terkesan dengan negara ini”
Askar : “Klo bapak mau, saya kebetulan free hari sabtu. Istri saya ada gathering di pulai howoii bersama rekan-rekan kantornya di Bank Mondoro.”
“Cuma nanti saya mesti taking care 2 anak saya juga sih pak, jadi mungkin mereka ikut saya”
Indra : “Wah, saya sih senang aja Askar, klo masalah anak-anak ga usah kawatir. Lah saya juga sering kok taking care anak saya”
“Anak saya 4 loh(Mimi,Niklass,Iniesta,Lovisa:red) dan istri saya sering konferensi keluar negeri, jadi having fun sambil ngurus anak seh saya sudah terbiasa banget”
Mereka pun janjian untuk bertemu hari sabtu di alun alun kejaksaan pukul 11.
Indra datang lebih pagi di alun alun untuk mengambil foto-foto dilingkungan sekitarnya.

photo (3)

Sekitar puku 10.55, Askar datang bersama kedua anak-anaknya. Sifat tepat waktu bangssa Majapahit juga merupakan salah satu sifat yang bisa diteladani oleh bangsa Indonesia tercinta.
Indra : “Halo askari, apa kabar?? Wah ini anak-anaknya yah…. Cantik dan ganteng yah”

Askar

Kurang lebih seperti itulah fotonya hehehehe (maksa banget yah gw :D)

Anak-anak askar kemudian balik menyapa Indra dan tidak lupa untuk “salim” juga ke Indra.
Askar : “Pak Indra, mau menyari tahu sejarah Majapahitnya seperti apa nih pak”
“Didekat sini kebetulan ada Culture ngesot(Pusat Kebudayaan:Red), mungkin kita bisa mulai mencari tahu dari sana”
“Saya juga mungkin bisa membantu jika bapak ada yang mau ditanyakan”
Indra : “wah ide bagus tuh, cuma anak-anak gimana?? mereka tidak bosan tuh di Culture ngesot???”
“Trus tentang Majapahit, Pasti nanti saya banyak bertanya ke Askari, hanya sekarang saya ingin memulai dengan mengetahui sejarah Majapahit dahulu neh”
Mereka kemudian berjaan kaki menuju Culture ngesot atau orang orang sini memanggilnya PUJAGALANA(Pusat Jajanan Segala Ana) karena di Culture ngesot juga banyak yang menjual gudeg, nasi kucing, nasi jamblang, lontong sayur dan lain sebagainya.
Mereka masuk ke bagian sejarah di Pujagalana itu, askar menunjukan 2 buku kepada Indra untuk indra mulai membaca sejarah bangsa Majapahit.
Indra : “wah bagus juga neh askar, saya boleh pinjem ga?? harus saya bayar dimana neh”
Askar : “oh tidak usah pak, nanti biar saya pinjemin. Ini gratis kok, hanya tinggal menunjukan e-KTHP saya kok”
ohya sedikit e-KTHP ini, merupakan single identity number bangsa majapahit. ada sekitar 13 digit di personal number ini(kenapa yah gw selalu maksa angka 13, cuma gara2 itu nomor punggungnya nesta hahahaha).
Sebagai contoh adalah nomernya Askar, 20060622 131 1234 , sedikit keterangannya
20060622 : tanggal lahir askar
131 : tempat lahir askar (ada sekitar 150 kabupaten di Majapahit ini, dan 131 adalah menunjukan kota Tjirebond)
1234 . ini adalah random number dari pemerintah Majapahit(sebetulnya bukan random number, melainkan ada formulanya sendiri, tapi saya tidak ingin membahasnya lebih jauh😀 )
Indra : “Wah bagus juga yah e-KHTP, itu nomer berlaku di semua instansi yah”
Askar : “Ah, pak Indra suka merendah neh. e-KHTP kan meniru konsep swedia,negara tempat bapak tinggal bapak sekarang. Sebetulnya juga “our brother country” punya program serupa namanya e-KTP, cuma denger-denger seh tidak berjalan seperti yang diharapkan”
Indra : “ah ok”
Selesai meminjam buku di bagian sejarah, mereka pun berjalan menuju lantai 5 di Pujagalana.
Di lantai 5 ini ada “pendopo kanggo bocah” atau semacam ruangan untuk anak-anak bermain.
Ada ratusan buku di ruangan ini, buku-buku seperti Unyil, Keluarga Cemara, Kisah Pak Raden namun yang paling banyak adalah buku tentang Otong.
Otong ini mungkin seperti Pippi di swedia, yang merupakan tokoh cerita anak paling terkenal di Swedia.
Otong di Majapahit, merupakan tokoh anak-anak yang diciptakan oleh Hashna Nadia. Penulis buku terkenal di Majapahit.
Hashna Nadia ini putri dari Presiden Majaphit sekarang, dia menghabiskan waktu mudanya menjelajahi dunia untuk mencari inspirasi tentang buku cerita anak.
Akhirnya Hashna Nadia ini menemukan tokoh Otong sebagai tokoh anak yang merepresentasikan anak-anak bangsa majapahit.
Perjuangan tidak kenal lelah Hashna Nadia akhirnya membuahkan hasil sekarang, hampir seluruh anak-anak di majapahit mengenal Otong dan senang membaca cerita tentang Otong.

otong

Terlihat anak-anak sedang asik membaca buku “Otong sang pahlawan”

Di ujung dari pendopo kanggo bocah ada juga ruangan untuk melukis, ditempat inilah anak-anak Askar menghabiskan waktunya selama di Pujagalana.
Seperti biasa, kamera saku indra pun mengabadikan hal ini.
Klik….

Melukis1

Melukis2
Sembari melihat anak-anak askar bermain, Indra kemudian membaca buku yang sudah dipinjam tadi, Askar sendiri??
Dia sibuk menjaga anak-anaknya agar jangan melukis di tempat lain selain di kanvas😀

Indra mulai membaca buku sejarah majapahit dan dia semakin ingin tahu bagaimana negara majapahit ini bisa terbentuk

Bersambung…………………………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s