Negeri Impian…..(Bagian Ketujuh)

Disclaimer : Kesamaan atau kemiripan nama dalam cerita merupakan imajinasi penulis, tidak ada unsur kesengajaan atau “teasing” jika ada yang mempunyai nama yang sama

Tanpa terasa waktu menunjukan pukul 5 sore, pikiran Indra sudah mengawang-awang untuk segera menjelajahi setiap seluk beluk kota Makarta.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari penginapan, sebenarnya dari pihak perusahaan sendiri bisa menyediakan penginapan untuk indra, namun jiwa petualang Indra menolak hal itu.

Indrapun mengeluarkan handphone dari sakunya dan menelepon ke atasannya di swedia.
Indra : “Matias, would that be possible if for 1 week i will stayed on the other accomodation?? Not E/// accomodation??”
“I would like to explore more about Majapahit while i was there”
Matias : “ok no problem”

Mendapat jawaban sepert itu melegakan hati indra, artinya dia bisa menuruti jiwa petualangnya tanpa melanggar norma-norma pekerjaan.
Indra berjalan kaki menelusuri pusat kota Makarta, tampak bangunan Jawa kuno menghiasi lingkungan sekitar.
Rumah dengan atap joglo menghiasi setiap sudut kota, tampak pula bangunan keraton jawa berada di pusat kota Makarta
Tampaknya mereka ingin mempunyai identitas yang jelas mengenai negara mereka, asumsi Indra adalah tema Jawa kuno yang sepertinya diadopsi di negara ini.
Anak-anak kecil terlihat berlarian di setiap taman yang indra lalui, mereka asik bermain ditemani ayah bundanya, mereka begitu asik menikmati permainan outdoor.
Cuaca di daerah tropis membuat indra sedikit berkeringat, karena indra sudah terbiasa berada di swedia yang mempunyai suhu yang begitu dingin.
Namun anehnya keinginan indra untuk menelusuri kota ini tidak memudar oleh panasnya suhu udara di Makarta.
Satu hal yang membedakan Makarta dan Jakarta adalah tingkat polusinya yang cukup rendah, hampir semua orang terbiasa berjalan kaki atau menggunakan sepeda.
Dibeberapa tempat memang terlihat masih ada kendaraan bermotor, namun jumlahnya sangat minim karena masyarakat disini sudah terbiasa menggunakan sarana transportasi umum.

Seperti biasa,rasa penasaran ini kemudian dimemorikan dalam sebuah foto, sebuah kamera saku dikeluatkan indra untuk mengabadikan hal ini.

photo (2)

photo

Didalam foto itu terlihat seorang bapak bermain dengan anak-anaknya tanpa ditemani ibu mereka, pemandangan serupa juga indra lihat di sepanjang jalan ketika bapak-bapak mendorong baby stroller tanpa ditemani istri-istrinya
Ketika indra berpikir bahwa situasinya sama dengan swedia, bunyi tok…tok…tok…. suara pedagang bakso menjagakan dagangannya
Indra lansung meloncat kegirangan..
“Horeeeee ada tukang baso keliling”
Dengan sigap indra langsung memanggil
“Bang bang, beli baksonya bang”
Rasa lapar ditambah kangen untuk makan bakso keliling membuat indra menambah sampai 3 mangkuk.
Kuah bakso yang panas ditambah sambal ijo yang pedas dan cuaca yang panas membuat indra bermandikan keringat.
Keluar deh sifat aslinya, klo makan keringetan mulu hehehe

“Perfect” begitu gumam indra dalam hati, kombinasi kultur swedia ditambah dengan tukang bakso keliling membuat indra semakin menikmati kehidupan di Negeri Majapahit ini.

Perut yang kenyang dan rasa capai berjalan mengelilingi kota makarta membuat indra memutuskan untuk segera mencari hotel untuk beristirahat.
Dengan mengandalkan Tripadvisor dan Google, akhirnya menemukan bahwa hotel “Umah Eyang” adalah salah satu yang terbaik.
Taxi adalah sarana yang dipilih indra untuk mencapai “Umah Eyang” ini, dan begitu sampai disana indra merasa seperti pulang kerumah.
Ketika hotel-hotel berbintang di Jakarta biasanya menyajikan jus sebagai welcome drink maka di “Umah Eyang” minumal tradisional Makarta disajikan sebagai welcome drink.

tehpoci

Ada hal cukup unik di proses check in di hotel ini, instead of para tamunya mengantri didepan counter check in, para tamu dipersilahkan untuk duduk sambil menikmati welcome drink ini.
Mereka dengan sabar menunggu hingga para tamu menyelesaikan welcome drink untuk kemudian menawarkan berbagai jenis kamar yang mereka punya di hotel ini.
Indra dengan santai menikmati welcome drink ini sambil mengupdate status di facebook dan twitternya.
Segelas Teh Koci sudah indra habiskan, tidak beberapa lama, resepsionis datang ke meja indra dan menawarkan 3 tipe kamarnya.
Indra memilih tipe kamar Ravine(Jurang) view.
Seorang bellboy menawarkan bantuan untuk membawakan barang bawaan indra. Kurang lebih 3 menit berjalan kaki, akhirnya indra sampai di kamar pesanannya.
Bellboy kemudian membuka tirai jendela untuk menunjukan pemandangan dari kamar 1312.

DreamLand-Beach-Bali-From-Top-600x450

“Hmm pemandangan yang bagus”
Indra kemudian memberikan tips ala kadarnya kepada bellboy.
Sembari mengucapkan terima kasih, bellboy membantu untuk menutupkan pintu kamar 1312.

Indra pun kemudian melihat pemandangan keluar kamarnya….
“hmm saya harus mencari tahu nih sejarah negara ini dan bagaimana mereka bisa menjadi negara maju dalam waktu yang cukup singkat”

Itulah target indra selama 3 bulan kedepan tinggal di Makarta….

Bersambung ……………………………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s