Negeri Impian….. Bagian Sembilan

Disclaimer : Kesamaan atau kemiripan nama dalam cerita merupakan imajinasi penulis, tidak ada unsur kesengajaan atau “teasing” jika ada yang mempunyai nama yang sama

Hampir 3 jam sudah Indra berada di Pujagalana, Anak-anak Askar pun sudah mulai bosan bermain di pujagalana.
Melihat situasi ini Indra pun bertanya ke Askar.
Indra : “Anak-anak udah mulai bosen tuh?? Gimana klo kita cari tempat lain biar anak-anak bisa seneng lagi???”
Askar : “Boleh aja pak, Pak Indra gimana sudah selesai baca bukunya???”
Indra : “Udah hampir setengah seh, mungkin nanti malam saya coba bikin tulisannya versi saya”
“Hanya menarik juga cerita terbentuknya Majapahit yah, sekilas mirip Atlantis city di sejarahnya Plato itu”
Askar : “Oh iya pak, sebenarnya …..”
Belum selesai askar berkata indra langsung meninterupsinya
Indra : “Askar… Pleasseeee, jangan sekarang yah.. Nanti ga seru neh saya baca bukunya hehehe”
Askar : “Oooh maaf pak, saya pikir bapak senengnya langsung ke intinya aja hehehe”
Indra : “Seninya membaca buku adalah mengikuti alurnya dan membayangkan jika kita berada di cerita itu hehehe”
“Makanya saya lebih seneng membaca buku tentang Naruto, One Piece, buku-buku Biograpi orang sukses, karena saya bisa membayangkan jalur ceritanya, mencoba bagaimana jika saya menjadi Hokage atau menjadi Roger D.Gold hahahaha” (Silahkan baca Naruto dan One Piece yah klo mau tau lebih dalam 2 nama itu wkwkwkw)
Keduanya tertawa terbahak-bahak walaupun kemudian langsung terdiam karena mereka ingat mereka sekarang berada di Pendopo kanggo bocah.
Askar kemudian memanggil anak-anaknya untuk bersiap, mereka kemudian berjalan ke lantai 2 di Pujagalana ini untuk menikmati makan siang.

Di lantai 2 ini banyak terdapat makanan khas Majapahit, Indra memilih untuk menikmati Empal Gentong Asem (Mirip dengan Empal gentong biasa namun tanpa menggunakan santan).
Sedangkan Askar dan anak-anaknya memilih untuk memakan Nasi kuning.
Sambil menunggu masakan pesanannya siap, mereka pun berbincang-bincang.
Askar memulai pembicaraan
Askar : “Pak Indra, lihat cewe yang disana pak??”

Dian+Sastro+bohay

Indra kemudian menoleh ke arah yang ditunjukan oleh Askar, langsung saja Indra menggoda Askar
Indra : “aaah, askar genit neh. Mentang-mentang istrinya lagi keluar kota langsung mencari cewe cantik”
Askar : “hahaha pak Indra bisa aja pak, bukan itu yang ingin saya tunjukan. Wanita itu adalah anak Walikota Tjirebond pak”
“Sekarang masih SMA kelas 2, namun dia termasuk yang paling rajin untuk mengikuti kegiatan weekend ini”
Indra menatap Askar dengan wajah kebingungan.
“Anak walikota, SMA kelas 2, kegiatan weekend???. I don’t get it really… not even in my wildest imajination😀 ” (Para pembaca jangan mikir yang aneh-aneh yah maksud dari wildest imajination ini wkwkwkw)
Askar yang melihat wajah Indra yang kebingungan, langsung dengan sigap menjelaskan semua hal yang menurut indra itu sangat tidak berkaitan.
Askar : “Jadi begini pak, di awal-awal pemerintahan Majapahit, presiden atau pemimpin saat itu menggunakan kebijakan yang sangat ekstrim”
“Ada buku juga seh pak yang menjelaskan hal ini, buku ini semacam white book atau buku pemulihan nama baik presiden yang pertama ini, karena dulunya Presiden ini dianggap sebagai musuh bangsa Majapahit, namun oleh presiden ketiga, nama baik Itachi Sasuka(Presiden Pertama) ini diputihnya”
“Nama bukunya adalah “Itachi Sasuka, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Majapahit”. Bapak mau pilih baca bukunya aja atau saya ceritain disini”
Isyarat tangan indra menunjukan isyarat kepada Askar untuk melanjutkan saja, karena dia sudah mulai tertarik dengan apa yang di ceritakan Askar ini.
Askari mulai menceritakan dengan details situasi negara majapahit diawal-awal berdirinya
Askar : “Saya ga akan menjelaskan dari awal bagaimana Majapahit ini ditemukan, karena kan pak Indra mau membacanya aja kan???”
“Kisah ini dimulai kira-kira 2 tahun setelah Negara Majapahit terbentuk.”
“Di awal-awal berdiri, Majapahit tidak memiliki Presiden sebagaimana negara-negara lain pada umumnya, namun menggunakan konsep Hokage”
“Artinya keputusan itu diambil jika terjadi kesepakatan diantara Hokage”
“Ada Empat Hokage diawal berdirinya negara Majapahit, Joko Widoyo, Itachi Sasuka, Aris Baswedan dan B.K Habibie”
“Dan saya juga tidak akan membahas perannya masing masing disini, pak indra mau baca bukunya aja kan”
Askar mulai menggoda Indra yang tampak mulai penasaran dengan sejarah Majapahit. Indra hanya tersenyum, dan meminta Askar untuk melanjutkan ceritanya saja….
Askar kemudian melanjutkan ceritanya…
“Setelah 2 tahun, warga Majapahit dikejutkan ketika Itachi Sasuka ini memproklamirkan menjadi Presiden, karena warga Majaphit sebelumnya sudah merasa bahwa konsep hokage ini cukup baik”
“Kebijakan Itachi juga sangat ekstrim diawal-awal pemerintahannya”
“Berikut adalah kebijakan Itachi Sasuke yang cukup ekstrim”
“1. Tidak boleh ada Alayer. Sehingga warga yang suka M3nuLi5 SeP3rTi In1 4kaN diT4ngKåP DaN diP3nJaRAH”
“2. Adanya Nitrus. Semacam Petrus di Indonesia pada tahun 80an. Nitrus atau Ninja Misterius adalah pasukan rahasia Itachi yang bertugas untuk menangkap preman, penjahat, perusuh dan lain sebagainya”
“3. LSM(Lembaga Swadaya Masyarakat) di kurangi dan digabung dengan Partai Politik. Sehingga hanya 2 lembaga politik di majapahit saat itu”
“Partai Kesejahteraan Rakyat dan Partai Kebahagian Rakyat, tidak ada istilah oposisi disini, semua partai harus mendukung kebijakan pemerintah”
“4. Hukuman denda yang sangat besar untuk para Pamers(tukang pamer:red). jadi klo ada yang ketahuan Posting di pesbuk, twitter, path etc yang postingannya memamerkan kekayaan seperti
“Assiikk dapet hape iphone 9. Iphone 8 ama Iphone 7nya gw jual di tukang loak aja deh” atau
“Sudah bosen pake tas Prada, kemaren jadi beli LV aja deh, murah kok cuma 100 juta rupiah” atau
“Horee mobil Supanza gw dateng, jadi ada 7 boleh deh dirumah gw”
Jika ketahuan pamer seperti itu di sosial media, hukumannya adalah denda sebesar 3 kali lipat dari barang yang dipamerkannya itu.
“5. Anak-anak harus membantu orang tuanya di hari libur(ini berlaku untuk anak di usia SMP kelas 3 keatas), baik itu jadi pelayan restaurant, supir atau yang lainnya. Intinya adalah membantu orang tua”
“jika ada yang melanggar, orang tuanya akan dikenai hukuman. ”
“6. Pajak untuk penduduk mencapai 60 % untuk yang berpenghasilan diatas 100 juta/tahun, sedangkan yang berpenghasilan minimal maka hanya dikenakan pajak 5%”

Kebijakan itu sangat mengagetkan warga majapahit dan mereka berdemo diseluruh majapahit.
Namun anehnya, para hokage yang lain(Joko Widoyo, Aris Baswedan dan B.K Habibie:red) seperti diam saja. Bahkan Nitrus ini akan menangkap para demonstran yang berbuat kerusakan.
Sehingga demo itu tidak menimbulkan kerusakan, karena Nitrus dengan sigap menciduk jika ada yang berniat untuk merusak kota Makarta.
Selama 5 tahun pemerintahan Itachi Sasuka, masyarakat dipenuhi rasa ketakutan walaupun ada nilai-nilai yang bisa diambil dari peraturan itu seperti
– Anak-anak jadi merasakan bagaimana Orang tua itu bekerja demi mereka sehingga rasa sayang anakpun menjadi lebih besar untuk orang tuanya setelah mereka menjalani pekerjaan.
– Dengan tidak adanya sifat pamer, kesenjangan sosial di majapahit menjadi tidak ada. Karena semua orang seperti memiliki derajat/kekayaan yang sama, atau jikapun ada mereka tetap bersikap low profile.”
– dengan sistem pajak seperti diatas, hampir semua masyarakat hidup “cukup” karena adanya subsidi dari orang kaya, sistem penyalurannya pun dengan cara yang konvensional yaitu sistem zakat, sehingga orang kaya merasa jika mereka sudah membayar pajak paling tidak zakat maal merekapun sudah mereka bayarkan.

Dua bulan sebelum masa jabatannya selesai, tiba-tiba Itachi Sasuka menghilang dari majapahit bersama seluruh keluarganya.
Sehngga tidak ada kudeta, atau demonstasi besar untuk meruntuhkan rejin Itachi, melainkan Itachi dengan suka rela pergi dari Majapahit.
Jabatan Presiden dipegang secara kolektif kolegial oleh 3 hokage tersisa.
Seluruh warga merasa heran walaupun merasa bahagia karena mereka bebas dari kurungan peraturan memberatkan dari Itachi.

ketiga Hokage ternyata tetap menjalankan Peraturan Perninjaan yang dibuat Itachi sebelum ini, namun mereka dengan metoda yang lebih halus.
Karena bangsa majapahit sekarang sudah memiliki sifat yang para Hokage inginkan
Humble
Senang Membantu
Tenggang Rasa
Sifat bertanggung Jawab

Namun dikarenakan dengan sifatnya yang sangat ekstrim ketika menjabat seluruh masyarakat majaphit mencap Itachi sebagai Penjahat bangsa. Ketiga Hokage pun tidak membantah atau mengiyakan hal ini, sampai ketika tapat 13 tahun kepergian Itachi Sasuke dari Majapahit.
Ketiga hokage mengadakan konferensi pers.
Mereka menjelaskan bahwa Itachi berbuat seperti itu adalah untuk bangsa Majapahit sendiri.
ketika Itachi menjadi presiden, setiap malam dia menangis ketika memikirkan hal-hal yang dia lakukan terhadap bangsa majapahit sampai-sampai ketiga Hokage mesti memberi semangat agar Itachi tetap melanjutkan rencana ini.
Merekapun diberi tahu hal-hal seperti ini
1. Alayer yang di tangkap oleh Nitrus, oleh Itachi kemudian disekolahkan di negara negara Eropa, jepang, Middle east etc untuk mengeyam pendidikan disana untuk kembali membangun majapahit
2. Para preman yang ditangkap, oleh Itachi kemudian dijadikan TNM(Tentara Nasional Majapahit), seluruh biaya hidup keluarganya ditanggung oleh Itachi sehingga mereka tidak perlu memikirkan tentang kehidupan keluarganya.
dan masih banyak hal lainnya.. (cape euy menghayalnya hahahahaa)

ketika Itachi merasa Self Awareness atau self control bangsa majaphit sudah terbentuk, Itachi memutuskan untuk pergi dari Majapahit.
namun Itachi berpesan kepada ketiga Hokage untuk jangan menjelaskan rencana Itachi ini kepada masyarakat Majapahit.

Ketiga Hokage menuruti pesan Itachi sambil berlinang airmata, mereka sangat berterima kasih kepada Itachi dan keluarga yang rela mengorbankan seluruh jiwa dan raganya demi bangsa Majapahit.
dan akhirnya setelah 13 tahun kepergian itachi, ketiga hokage memutuskan inilah saatnya menjelaskan rencana Itachi kepada masyarakat majapahit

Bersambung ….. (Cape gw menghayalnya hahahahah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s