Negeri Impian…………Bab ke13

Disclaimer : Kesamaan atau kemiripan nama dalam cerita merupakan imajinasi penulis, tidak ada unsur kesengajaan atau “teasing” jika ada yang mempunyai nama yang sama

Bengkulu- Cocos Island – Chrismast Island adalah jalur pertama yang ditempuh oleh Erro.

Rute lengkapnya adalah sbb

Jalur Pelayaran Sunny Ship
Kesulitan demi kesulitan mereka hadapi dalam perjalanan ini, ketika mereka berpikir satu kesulitan ini sudah berakhir maka muncul lah kesulitan yang baru.
Jika Thomas Alva Edison membutuhkan percobaannya yang ke 1000 untuk penemuannya(artinya dia gagal 999 kali) maka perjalanan kapten Erro ini mengalami masalah sebanyak 1313 (tetep maksa yah gw angka 13 hahahaa)
Saya tidak akan menjelaskan semua 1313 masalah yang ditemui (nanti bbisa kayak sinetron tersanjung dunk dari “Tersanjung 1 ampe Terjanjung 7” atau kayak Cinta Fitri yang ampe episode 1000 hahahaha)
hanya masalah-masalah yang berkaitan dengan penemuan negeri impian saja yang akan saya bahas dicerita ini.

Hampir 1 tahun kapal sunny menjelajahi Samudra Hindia, namun tidak tampak sedikitpun titik terang dalam perjalanan ini.
Hampir setengah dari awak kapal yang berjumlah 500 orang sudah hampir putus asa, namun para awak kapal yang masih bersemangat dengan telaten membimbing mereka.
Peribahasa “Sepi ing pamrih rame ing gawe” benar-benar terjadi di kapal ini, semua saling bergotong royong membantu.
Sehingga jika anda melihat pilm Lord Of the Ring dan kagum dengan brotherhood para pengawal prodo sebagai pembawa cincinnya, sebenernya nilai itu sudah dipunyai oleh bangsa indonesia sejak dahulu.

Bukan hanya peribahasa itu yang mereka terapkan, kurang lebih ada tiga lagi peribahasa yang mereka gunakan yaitu
“Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri andayani.”
“Jer basuki mawa beya”
“Rukun agawe santosa”
(Penulis tidak akan membahas lebih jauh mengenai hal itu, baca sendiri aja yeh di google wkwkwkw)

Perjalanan mereka mulai membuahkan hasil ketika mereka melewati Coral Sea.
Di sepanjang Coral Sea mereka melihat ada tumpahan minyak, mereka pun menelusuri asal tumpahan ini. (buat para engineer eksplorasi, mohon maaf yah jika ceritanya ngaco, maklum ga pernah kerja di perusahaan eksplorasi, jadi ya ini ya karangan gw doank hahaha)
Siang dan malam mereka jalani untuk mencari asal tumpahan minyak ini, sampai pada suatu malam…

Ditengah-tengah antara Coral Sea dan Solomon Sea, tiba-tiba kapal sunny seperti menghantam sesuatu.
Bummm……………………Dor Der Dor……………….Prang…. (ini gw ngaco banget seh, udah mau serius neh padahal :-D)
Terdengar suara benturan, Kapal Sunny tampaknya seperti menabrak karang…..

Terdengar suara teriakan para awak kapal.
“Kapal kita kemasukan air… Kapal kita kemasukan air” suara itu terdengar di setiap lantai kapal sunny.
Kapal Erro dan Wakil Kapten Gatot segera memberi komando.
Erro : “Zorro, tolong handle logistik area, jika memang tidak bisa terselamatkan kapal ini, tolong paling tidak selamatkan logistik kita. Thats the only things can help us to survive at least”
Erro : “Lutfi, cepat pergi bersama gatot dan Usep, kalian tolong coba perbaiki kebocoran yang terjadi dikapal”
Erro : “Nami dan Sanji, kalian coba lihat ke bagian explorasi, coba liat kira-kira barang apa yang bisa mengambang dan yang tenggelam. Kalian coba gunakan perhitungan kalian sendiri, tentukan oleh kalian sendiri, kira-kira barang apa yang bisa membantu kita jika kita menemukan daerah dengan kekayaan alam yang besar”
Keenam wakil kapten kemudian berteriak.
“SIAPPPP KAPTEN”

dengan sigap mereka memcoba melakukan yang mereka bisa lakukan, air semakin membasahi kapal Sunny, namun tidak tampak wajah putus asa dari para awak kapal.
Rukun agawe santosa…
Bersatu kita teguh…
Together We Can….
Kata-kata itu diteriakan oleh para awak kapal sebagai pembangkit semangat, dan setelah kurang lebih 5 jam berjuang, Kapten Erro kemudian memanggil para wakil kaptenya.
Wakil kapten semua, tolong melaporkan status terakhirnya….
Zorro : “Logistik sudah siap kapten, 3 kapal sekoci sudah berada dilautan, saya dan 3 orang lain siap untuk mengawal sekoci ini”
Nami dan Sanji : “Peralatan Drilling pun sudah siap, kami siap membawanya kedalam sekoci”
Lutfi, Gatot dan Usep : “Tidak begitu bagus disini dalam mengatasi kebocoran, kami kesulitan untuk mengelas/menambal lubang karena banyak air di kapal ini”
“hanya kami sudah membuat “pack/janji” kami akan berusaha menyelamatkan kapal ini apapun yang terjadi. ”
“Kalian pergi saja dahulu, temukan pulau untuk berteduh, dan coba cari bantuan.”

“TIDAK………………”
“KAMI SEMUA BERSAMAMU SODARAKU…….”
Begitu teriakan di seluruh kapal sunny terdengar.
Kapten Erro harus membuat keputusan dengan cepat, dan akhirnya kapten erro berkata
“Maafkan kami Lutfi, Gatot dan Usep. Kami akan berangkat lebih dahulu, kalian bertahanlah sampai kami menemukan bala bantuan”
“Ayo semua, Jika kita bisa hidup, kita bisa menyelamatkan mereka dan meneruskan cita-cita mereka….”
“Kita harus percaya dengan mereka, mereka pasti bisa menyelesaikan masalah ini”
Lutfi, Gatot, Usep dan awak kapal yang besama mereka : “Iya kami pasti bisa, kalian pergilah terlebih dahulu”

Hanya sebagian yang mengikuti kapten erro, Zoro dan Sanji. Yang lain tidak bergeming daari tempatnya.
mereka tidak ingin meninggalkan saudara mereka…
Saudara sejati mereka yang bahkan ikatannya lebih kuat dari saudara kandung mereka sendiri.
Susah dan senang sudah mereka laluli bersama, mereka tidak sanggup meninggalkan mereka berjuang sendiri.

Menyadari Hal ini, kapten erro pun kembali berbicara
Erro : “Saya tahu perasaan kalian semua, namun kapal ini hanya bisa menampung orang sebanyak 300 orang. Jika kita tetap disini, kita malah akan menenggelamkan kapal ini”
“Saya, sebagai pemimpin, sangat berat untuk mengambil keputusan ini. Namun saya harus bertindak cepat, dan berpikir tentang solusinya”
“jika memang keputusan saya ini salah, saya bersedia menanggung hukumannya. Mungkin tidak bisa harakiri karena bunuh diri dilarang oleh agama saya”
“Namun saya bersedia di hukum pancung jika keputusan saya ini salah dan mengakibatkan kawan-kawan kita ini yang 300 orang meninggal”

Mendengar penjelasan seperti itu, akhirnya sisa para awak kapal mengikuti kapten Erro.
Mata mereka lembab menahan rasa sedih dan tangis yang begitu dalam, namun mereka harus “move on” seperti yang dikatakan oleh kapten erro, dan mereka harus kembali untuk menyelamatkan saudara-saudara mereka.

Fajar matahari mulai terbit di ufuk timur,hal ini cukup membantu proses evakuasi dan penyelamatan kapal.
Karena mereka sekarang bisa melihat dengan pancaran sinar matahari, dan air laut pun terasa lebih hangat karena tersinari oleh matahari.

200 awak kapal kemudian bergerak mengikuti arus air, walaupun mereka terlihat capai, namun wajah mereka tetap menunjukan sikap pantang menyerah tidak ada keputusasaan tampak di raut muka mereka.
Tiba-tiba salah seorang berkata:
“kita selamat, kita selamat”
“Kawan-kawan coba liaht ke arah jam 2,disana ada pulau”

Island Found by Erro

“Allahu Akbar… Allahu Akbar….Alhamdulilah” begitu teriakan dari para awak kapal
“Terima Kasih Tuhan….. Tuhan Memberkati” suara inipun menggema dari para awak kapal sekoci.

Walaupun mereka berbeda keyakinan, namun mereka saling menghormati satu sama lain dan mereka mengganggap mereka semua adalah saudara.

Mereka pun dengan semangat menkayuh sekoci mereka untuk segera mencapai pulau ini.
ketika yang lainnya mencoba menuju pulau itu, Erro kemudian memanggil Zorro, Sanji dan Nami.
Erro : “Guys, wanna join me”
Tanya Erro penuh isyarat.
Zorro, Sanji dan Nami memahami isyarat ini. Buat mereka kapten Erro adalah kapten terbaik buat meraka, dan mereka sangat memahami isyarat ini.
Setelah melihat awak kapal selamat, yang pertama kali dilakukan kapten Erro adalah kembali menyelamatkan sisa awak kapalnya.
empat orang kapten dan wakil kapten inipun kembali menuju lokasi dimana kapal mereka menabrak karang.

Betapa terkejutnya mereka ketika sampai dilokasi tersebut, Kapal mereka pun ternyata hampir beres, semua kebocoran sudah bisa diatasi oleh para awak kapal tersisa.
Mereka sangat bahagia ketika melihat kawan-kawan mereka semua selamat tanpa ada yang kurang satu apapun.

Tawa bahagia membahana di Kapal Sunny.. Semua saling berpelukan dan ketika mendengar semuanya selamat mereka bahkan berpelukan lebih erat…
Kapal Sunny pun kemudian berjalan menelurusi jalur yang tadi dipergunakan oleh kawan kawab mereka sebelum ini….
Mereka begitu bahagia, mereka akhirnya menemukan sebuah pulau baru… Sebuah negara baru….
Begitu kapal sunny berlabuh, tiba-tiba para awak kapal yang sudah di pulau, berteriak
“Kapten Kapten kita menemukan Emas…. Begitu mudah menemukan emas disini…..”
Belum selesai kapten erro menimpali, ada lagi awak kapalnya yang bereriak,
“Kapten, kami menemukan banyak berlian di dekat Air Terjun”

7488602-treasure-island-with-painted-sky

Kapten hanya bisa tersenyum…..Rasa lega dan bahagia tampak di wajah Kapten… Perjuangan mereka mulai membuahkan hasil….

Sedikit catatan : Lokasi ini sudah beberapa kali dilalui oleh para ekspedisi lainnya, namun mereka tidak pernah menemukan lokasi pulau ini.
Tampaknya Negara Impian ini memilih Kapal Sunny sebagai Kapal penemu mereka, karena di kapal sunny ini para awak kapalnya memiliki sifat yang amat mulia.
Negara Impian ini sudah menanti mereka, menanti mereka yang tidak mudah menyerah menghadapi kesulitan, menanti mereka yang memiliki tekad kuat, menanti mereka yang berjiwa baja….
Selamat Datang Di Negeri Impian… Begitu ucap negara impian ke para awak kapal Sunny..

Tamat …………………………………………

Inilah akhir bagian pertama dari trilogy Negeri Impian…. Bagian keduanya mungkin terbit setelah saya belajar seni menulis dan ada waktu lagi wkwkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s