Negeri Impian…. Bagian Sebelas…….

Disclaimer : Kesamaan atau kemiripan nama dalam cerita merupakan imajinasi penulis, tidak ada unsur kesengajaan atau “teasing” jika ada yang mempunyai nama yang sama

“Pak Indra, Pak Indra” begitu terdengar suara Askar memanggil Indra.
Indrapun langsung terbuyarkan dari lamunannya.
Indra : “ohya Askar, ada apa???””Maaf saya tadi membayangkan klo saya jadi Itachi, kayaknya saya seh ga sanggup deh”

Askar : “hehehe betul pak, orang seperti Itachi itu jarang banget ada, mungkin hanya 1 dari Satu Juta orang”
“Bener-bener role model banget lah”

Indra hanya berpikir jika benar yang dibilang Askar bahwa orang seperti Itachi itu ada 1 dari 1 juta orang, seharusnya Indonesia yang mempunyai penduduk sebesar 250 juta orang akan mempunyai 250 orang seperti Itachi, buat indra, jumlah itu lebih dari cukup untuk membangun Indonesia tercinta. Satu orang itachi di setiap provinsi di indonesia saja, itu masih menyisakan 200 orang lebih itachi-itachi lainnya. (Baca bagian 9 dan 10, jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang itachi)

“Hmmm mungkin skrng itachi-itachi yang dipunyai indonesia itu sedang mengembara keluar negeri kali yah, ataupun jika masih didalam negeri, sedang mengumpulkan keberanian untuk berbuat seperti Itachi di Majapahit”Gumam indra penuh optimistis.
“naah sekarang balik lagi ke cewe cantik itu pak” Askar meneruskan kalimatnya
“Cewe itu bernama Dina Sastro, anak bupati Tjirebond yang sekarang”
“Seperti yang tadi saya jelaskan bahwa salah satu peninggalan Itachi Sasuke adalah weekend work untuk anak-anak SMA.”
“Naah Dina ini termasuk yang paling rajin, dia bener-bener mencoba memberi contoh bahwa walaupun dia anak bupati, namun dia tetep melaksanakan peraturan yang berlaku.”
“istilahnya klo di perusahaan kita seh “Lead by Example”lah pak.”
Indra hanya mengangguk perlahan.
Askar : “Dina, klo ga sibuk bisa tolong kemari ga???” teriak Askar kepada Dina.
Tidak berapa lama, Dinapun menghampiri meja tempat Askar dan Indra makan.
Askar kemudian memperkenalkan Indra kepada Dina.
Askar : “Dina, iniloh Pak Indra yah saya ceritain itu”
Indra dan Dina kemudian bersalaman, Dina kemudian berkata
Dina : “Oh pak Indra ini pioner untuk inovation part 2 dari para hokage yah, pak Askar. Selamat datang pak di Majapahit”
Askar tersenyum sambil menganggukan kepalanya, sedangkan indra sendiri tampak kebingungan dengan istilah pioner dan inovasi ini.
Askar kemudian berkata kepada indra
Askar : “hehehe pak Indra ga usah kawatir pak, nanti CEO E/// Majapahit akan menjelaskan kok maksudnya. Pak Indra siap-siap aja nanti bertemu Presiden Majapahit”
Bertemu presiden bukan hal yang aneh bagi Indra, karena aktifitasnya sebagai member ITU terkadang mesti memberikan presentasi ke para petinggi negara, sehingga hal itu tidak menjadi pikiran indra. (hahaha gaya banget yah gw, kemaren aja ga jadi gw ketemu Pak SBY pas beliau maen ke swedia, cuma gpplah namanya juga cerita fiksi gw wkwkwkkw)
Yang menjadi ganjalan sekarang adalah maksud dari perkataan pioner dan inovasi ini. Indra masih belum memahami maksud tersirat didalamnya…..
Askar menyadari situasi ini, dengan lihai Askar mengubah topik pembicaraanya.
Askar : “Din, anaknya Pak Indra ada yang seumuran kamu loh. Klo ga salah dia sekarang sekolah di La Masia(FC Barcelona Football School:red)”
“Nanti klo pas main disini, jangan digodain yah.. Nanti klo digodain yang ada malah nanti kamunya yang tergoda hahahaha”
Muka Dina memerah ketika Askar menggodanya untuk menjodohkan Dina dengan Niklass anak kedua dari Indra.
Indra hanya tersenyum melihat hal itu, kemudian indra berkata
Indra : “Wah bisa bahaya neh si Niklass klo tau dia ditemenin Dina Sastro pas dia liburan ke sini. Bisa-bisa ga balik lagi ke Barcelona”
Indra dan Askar tertawa terbahak-bahak, sedangkan Dina sendiri hanya bisa menahan malu, muka dina tampak memerah diseluruh bagian mukanya.
Askar : “Yawda dina, gitu doank seh saya, jangan nangis yah hehehe”

Dina pun kemudian pamit ke Askar dan Indra untuk kemudian melanjutkan pekerjaannya lagi.

Tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 5 sore, hampir seharian Indra bersama Askar.
Banyak hal-hal penting yang Indra dapatkan hari ini dan indrapun berencana menuliskan pengalamannya ini sesampainya indra di hotel.

Distasiun Kejaksaan akhirnya Indra dan Askar berpisah, Askar pamit kepada Indra untuk kemudian melanjukan perjalanannya menuju rumah.

Indra sendiri masih ingin menjelajahi kota Makarta, akhirnya memutuskan untuk berjalan ke arah pusat kota Makarta. Tampak banyak sekali pedagang makanan menjajakan makanannya, Terlihat kedai kopi joss terlihat dari tempat Indra berdiri sekarang.

LekMan-4

Indrapun bergegas menuju kedai kopi itu untuk memesan 1 buah kopi joss.

Indra : “Pak saya pesn kopi jossnya satu”

kopi joss

Kopi hitam ditambah arang hitam adalah kekhasan dari kopi Joss.

Seperti kopi luwak, kopi joss inipun adalah asli dari Indonesia, namun tidak seperti kopi luwak yang terkenal di mancanegara,kopi joss ini belum memanca negara sehingga indra cukup heran dengan adanya kopi joss di majapahi ini

Ditemani lagu kopi dangdut yang dinyanyikan oleh Ron Kingston indra pun menikmati segelas kopi joss ini.

https://www.youtube.com/watch?v=MH_0EAo454U

Buku sejarah majapahit yang belum selesai dibaca, dikeluarkan oleh Indra. Indra bergumam dalam hati

“negara ini tidak pernah berhenti untuk membuatku terkagum-kagum”

“hmm saya harus secepatnya menyeleasikan membaca buku ini, sudah ga sabar untuk melihat bagaimana Majapahit ini terbentuk”

Tidak berapa lama kemudian,indra pun asik dengan bukunya…. Sejarah Majapahit ini semakin terkuak seiring lembaran buku sejarah yang indra baca…..

Bersambung ………………………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s