Constrain to work and living in Sweden

Disclaimer : Tulisan ini hanya opini pribadi. Tulisan ini hanya applicable jika anda seorang pemalas, gamer, tukang nonton bola dan termasuk AGATA(Anak Gaul Jakarta alias Anak Mall)

Dilatarbelakangi oleh beberapa kawan yang sepertinya ingin mencoba hidup disini, seperti yang tertulis diatas, tulisan ini lebih memberikan pertimbangan sebelum memutuskan pinda…h bekerja di Swedia hanya untuk jenis spesies tertentu
Tulisan ini tidak akan membahas pajak yang besar, cuaca musim dingin yang maknyus ataupun jaraknya yang lumayan jauh dari indonesia.

Langsung aja deh ke point2 utamanya
– Be On Time.
Jadi klo anda2 tipe jam karet, siap2 aja yah seperti saya, kaget diawal2 disini hahaha
– A lot lot lot of walking.
Well, saya sewaktu di Indonesia adalah tipe yang seperti ini
Untuk beli bubur kedepan kompleks saja biasanya saya naik motor, jadi bisa dibayangkan kan bagaimana malesnya saya hahaha
Sekarang disini, saya setiap pagi berjalan kaki dari apartment ke kantor sekitar 1,75 km(menurut RunKeeper :D), setelah itu makan siang biasanya saya keluar bersama teman2 dan itu sekitar 700-800 meter. Perjalanan pulang sendiri 1.75 km. Sehingga in total setiap hari saya harus berjalan 4-4.5 km.
Wuaaahhhh….. awalnya kaki pada pegel loh…

– Using stairs instead of Lift/elevator
Ini juga neh, yang saya bingung. Mereka lebih memilih untuk naik tangga loh, contoh kasus saya adalah tempat kerja saya berada di lantai 4, dan setiap hari saya harus naik/turun tangga sebanyak itu dan karena saya berkerja di Lab, sehingga total saya ada mungkin 8-10 kali naik/turun tangga.
Sssstttt biasanya saya klo ga bareng orang swedia, saya tetep pilih naek lift hahahaha
– No Piracy
Dulu waktu jaman kuliah, kayaknya bangga banget klo pake software bajakan atau buku kuliah bajakan(fotokopian) di taman sari.
Disini????
jangan harap deh klo ga mau berurusan sama pihak yang berwajib
Jangankan software2 yang besar seperti windows, adobe etc, text editor macam UltraEdit aja disini dipantang untuk pake yang bajakan
– Watching Football games in television is so F****ng D**n Expensive.
Berbahagialah kalian para penggemar sepak bola di Indonesia, walaupun mesti begadang tiap malem, setidaknya nonton bola masih gratis lah
Disini??

Liga Spanyol + Italy = 400 SEK
liga Inggris + Champions League = 250 SEK
Liga German = 50 SEK
Total = 700 SEK atau sekitar 1 juta rupiah.
Dan ini hanya buat nonton bola wuuuuaaahhhhhaaaa
– IKEA?? Really??
Saya tau beberapa kawan saya merupakan big fan ikea, but really????
Modelnya memang bagus-bagus, harganya juga murah. Cuma yang repotnya itu loh.. MERAKIT SENDIRI…
jadi anda bayangkan aja klo beli lemari baju 10 pintu… Bisa gempor tuh paku2 dan baca manualnya hahaha
– No Perfect Place for Mall lover
Klo standard minimal mallnya PIM, ya siap-siap aja deh untuk kecewa….
Atau buat para AGATA, AGABON, AGADUNG yang doyannya belanja belanji siap-siap aja deh kecewa.
Mall terbesarnya aja menurut saya tidak lebih besar dari Grage Mall(versi Cirebon) loh atau Mall TerasKota (versi BSD), jadi siap-siaplah kecewa klo pindah kemari buat nyari mall
– Please no sinar matahari donk, takut item neh
Again, klo anda takut ama sinar matahari, mendingan jangan kesini deh.
hampir semua kegiatan itu dilakukan di outdoor(at least during summer).

Yups, itu beberapa hal yang harus anda waspadai jika ingin bekerja di swedia.
Tapi sekali lagi, hal itu hanya untuk beberapa spesies tertentu.
Sehingga jika anda termasuk orang yang rajin, senang olahraga, not football fans, bukan anak gaul, maka swedia merupakan tempat yang cocok

Cheers,

Indra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s