Pappa ledig, Fenomena Unik di Negara Skandinavia

Disclaimer : Pendapat ini hanya opini pribadi, penggunakan nama dalam tulisan ini merupakan tanggung jawab pribadi penulis dan tidak melibatkan institusi apapun.

Gara-gara membaca status seorang teman di Pesbuk

“Adduuhhh, sekarang susah yah nyari ART yang bisa ngurus anak dan sayang kepada anak”

Sekitar 10 komentar menjawab status itu, ada yang menyarankan playgroup, titipin ke orang tua(really????), jadi ibu rumah tangga(good comment) etc etc

Menurut saya sendiri, kenapa bukan bapaknya aja yang ambil cuti ngurus anak??Hanya saya memutuskan untuk tidak berkomentar karena pasti semua akan tertawa mendengar comment seperti itu, mereka bilang mana ada cuti kayak gitu di Indonesia (ironically its true  )

Saya kebetulan cukup beruntung tinggal dinegara Swedia, negara ini cukup terkenal sebagai negara yang mempunyai Parental Leave terlama di dunia.
Total parental leave untuk ayah+ibu untuk mengurus anak adalah 480 hari. yups, disini bapaknya pun berhak untuk mengambil cuti untuk mengurus anak.

Disini saya hanya akan membahas berdasarkan pengalaman saya pribadi, sehingga klo ada yang bertanya klo parental leave untuk ibu-ibunya gimana saya ga bisa jawab hehehe

Ada beberapa alasan sebenarnya mengapa negara ini begitu generous memberikan begitu banyak cuti kepada orang tua untuk mengurus anak.
Yang pertama adalah Negara-negara di skandinavia sedang mengalami kekurangan penduduk di usia produktif, hal ini dikarenakan orang2 swedia agak malas untuk punya anak, sehingga pemerintah swedia membuat peraturan ini untuk mengengcourage penduduknya mempunya anai, sehingga mereka tidak akan kekurangan penduduk di usia yang produktif.
Yang kedua sendiri kenapa para bapak-bapak berhak minimal 240 hari cuti mengurus anak adalah karena di negara ini sangat menjunjung tinggi gender equality atau emansipasi.

Bapak-bapak diharapkan juga mengurus anak, karena menggurus anak adalah tugas dari orang tua dan makna orang tua disini ya ibu dan bapak.
Sehingga jangan heran disini banyak bapak-bapak dengan rambut gondrong ala metal, tato terlihat di sekujur badan, badan atletis seperti ade rai sedang mendorong stroller bayi dan menyuapi anaknya untuk makan.
Trust me, when you see it for the first time, you can just bengong terkaget-kaget hahahaha
Awalnya saya agak kaget dengan situasi seperti itu, cuma setelah saya menjalani kehidupan kurang lebih 2 tahun disini saya menyadari bahwa itu bukan hal yang aneh.. saya ambil contoh lainnya adalah seperti ini
– Kawan saya, seorang senior spesialist di RnD, sangat lihai untuk membuat kue dan menjahit.
Suer deh, waktu saya di indo mana pernah saya membayangkan hal seperti ini
Jago di bidang teknikal, namun bisa membuat kue dan menjahit??? hahaha kayaknya cuma mimpi deh……

Yups, disini pekerjaan itu tidak dibedakan berdasarkan jenis kelamin, namun murni berdasarkan kemampuannya
if you can do it, then you are welcome to work with us

Lah, kok malah ngelantur, bukan membahas parental leavenya hahaha Back to topik deh..

saya sendiri karena saya mempunyai 2 orang anak, sehingga total cuti saya untuk mengurus anak adalah 960 hari.
Setelah saya berdiskusi dengan istri tercinta, kami memutuskan untuk membagi rata saja, saya cuti 480 hari dan istri saya 480 hari.
Ini 480 working days yah, jadi klo satu bulan itu 22 working days, maka saya bisa ambil cuti selama 22 bulan yups 2 tahun saya bisa cuti hanya untuk mengurus anak.

Trus bagaimana dengan penghasilannya?? berkurang banyak dunk??
Hehehe inilah keunikan negara Swedia, atau saya menyebutkan Negara Pancasila minus sila pertama.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Swedia…..
Kantor social security atau klo di indonesianya seh depsos lah, akan menanggung gaji anda sebesar 80 % dari gaji, dan umumna perusahaan tempat kantor anda bekerja akan mentop-up kekurangannya.
untuk case saya, ketika saya cuti, saya mendapat sekitar 95 % dari gaji bulanan saya.

Buat saya sendiri, berkurang 5 % dari gaji biasanya compare that i can taking care my kids is nothing.
trust me, taking care your kids is one of the heck of jobs hahahaha

Ketika saya hanya bertiga dengan anak-anak dan ibunya sedang asyik “me time”, anda akan merasa bahwa your moms/wife is doing tremendous jobs.
Incredible how they can handle this.
For this, i wanna says thank you my lovely wife Rani Perwitasari, love you forever and ever…. 

Anda mungkin bisa berkata,
“kerjaan gw berat euy, handle operator terbesar di dunia”
“kerjaan gw berat lagi, gw di customer support di perusahaan semen terbaik di indonesia”
“kerjaan gw berat, mesti optimisasi jaringan di seluruh indonesia”

Trust me, it was nothing than taking care your kids.
Saya pernah bekerja di 3 bidang di atas, dan buat saya mengurus anak itu bener2 luar biasa.
ANda bisa mempunyai lunch break, coffee break and any break you want, but when you taking care your kids??
I can only say… Good bye break hiks hiks hiks

Anda bisa mencobanya dengan ambil cuti selama 2-3 hari, dan biarkan istri anda menikmati “me time”nya, dan anda mengurus anak??
Untuk saya sendiri seh, itu bener2 pekerjaan yang paling berat didunia hahaha

Yups, itu adalah inti dari parental leave ini, agar para bapak juga bisa mengurus anak dan anakpun memiliki kedekantan emosional dengan bapaknya…

Pertanyaan kedua yang muncul adalah bagaimana dengan karir saya klo saya mengambil parental leave??
bisa-bisa saya nanti kena PHK??

Santai bung…..
Selama anda mengambil pappa ledig/parental leave, hak anda atas pekerjaan anda dilindungi undang-undang…
Saya lupa undang-undang pastinya, nanti saya update deh, cuma intinya anda tidak perlu kawatir dengan pekerjaan anda.
Manager saya, dia tetap menduduki jabatan sebagai project manager setelah mengambil cuti selama 3 tahun berturut2…
yups, 3 tahun berturut-turut loh….
dan karena kemampuan dia yang briliant, dalam waktu 6 bulan setelah dia kembali bekerja, sekarang dia suda menduduki jabatan sebagai Department Head.

Hal yang unik lainnya adalah umumnya ketika summer seperti sekarang ini, banyak bapak-bapak yang membawa anaknya ke kantor, dan anak-anaknya bermain dikantor deh.
kebetulan di gedung saya, ada ruangan untuk anak-anak, sehingga klo pas summer gini, banyak deh anak2 yang bermain disitu soalnya lumayan juga bapak-bapak yang bawa anaknya ke kantor.

Selain dari Agile ways of working and working life balance, parental leave adalah hal lain yang membuat saya mulai jatuh cinta dengan negara ini??
cuma klo ditanya apakah saya akan failing in love ama swedia?? belum tentu, Indonesia will and still always my lovely country hehehe

Salam hangat dari stockholm,
Indra
>> Lagi ngatur planning kapan mesti ambil parental leave lagi hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s